Protes Dugaan Pungli, HMJ Pariwisata PNK Gelar Aksi Damai
Foto Bid. Infokom HMJ Pariwisata PNK : Ratusan mahasiswa yang bergabung dalam organisasi HMJ Pariwisata PNK saat menggelar aksi damai di depan Jurusan Pariwisata PNK, Jumat, 16 Juni 2019.
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pariwisata Politeknik Negeri K
upang (PNK) mengelar aksi damai terhadap pimpinan jurusan Pariwisata maupun Lembaga Politeknik Negeri Kupang atas dugaan pungutan liar yang dilakukan kepada mahasiswa.
Ketua Umum HMJ Pariwisata PNK, Kekson Salukh kepada media ini usai mengelar aksi damai, Jumat (28/6) mengatakan, HMJ Pariwisata PNK merupakan organisasi resmi mahasiswa di tingkat jurusan yang berfungsi sebagai wadah penampung dan penyalur aspirasi mahasiswa jurusan Pariwisata PNK.
Lanjutnya, HMJ Pariwisata memiliki hak menyampaikan pendapat, usul maupun saran kepada pimpinan jurusan atau ketua prodi studi sesuai amanat undang-undang dasar 1945 pasal 28 dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 tahun 1998 tentang kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat di muka umum secara kelompok atau individu dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Foto Bid. Infokom HMJ Par : Ketua HMJ Pariwisata PNK saat berorasi di depan Lobi Jurusan Pariwisata PNK.
"Sesuai landasan hukum tersebut maka HMJ Pariwisata PNK telah menerima dan menampung keluhan mahasiswa selama 6 bulan dan sesuai pantauan langsung di lapangan maka HMJ Pariwisata telah mendapatkan adanya persoalan yang dialami mahasiswa seperti kurang fasilitas kampus dan adanya pungli sehingga kami menggelar aksi hari ini," ungkapnya.
Menurut Kekson, HMJ Pariwisata menduga adanya pungutan liar di luar pungutan uang kuliah tunggal (UKT) dengan modus seperti belanja bahan praktek, praktek event mata kuliah MICE, Tablle manner, Beauty Class, Praktek CBT dan pungutan kompensasi yang sudah keluar dari Permenristekdikti Nomor 39 Tahun 2017 UKT BKT Di Lingkungan Kemenristekdikti dan Kepmen 91 KPT 2018 tentang BKT dan UKT TA. 2018.
"Anehnya, sesuai hasil audiens kami sebelumnya pihak jurusan mengatakan uang praktek kami setiap tahun itu 175 juta namun kenyataannya selama ini praktek kami yang kumpul uang sendiri tanpa bantuan sepersen pun dari jurusan dengan dalil lembaga tidak memberikan uang praktek. Pertanyaan kami uang praktek itu dikemanakan ?." Tegasnya.
Foto Bid. Infokom HMJ Par : Ratusan mahasiswa Pariwisata PNK mengikuti jalannya dialog antar HMJ Pariwisata dan Jurusan Pariwisata.
Masalah yang sudah ditampung HMJ Pariwisata selama ini, Kata Kekson, kurangnya fasilitas kampus yang memadai seperti ruang kelas yang tidak memiliki AC/kipas angin, colokan listrik yang rusak, lampu yang tidak berfungsi, pintu yang rusak, kurang laboratorium UPW, Kekurangan komputer, jaringan wifi yang tidak berfungsi dengan normal dan kamar mandi yang tidak layak pakai serta masi banyak lagi fasilitas yang kurang.
"Kami menduga terjadinya pungli karena adanya ketidak transparansi anggaran praktek di jurusan Pariwisata, kami minta Lembaga PNK harus bertanggungjawab. Karena, PNK menerapkan sistem pendidikan Vokasi maka sudah pasti dia harus menyiapkan bahan praktek dan sarana prasarana kampus yang memadai." Ungkapnya.
Kekson menambahkan, Jika pihak jurusan Pariwisata maupun lembaga Politeknik Negeri Kupang tidak transparan dalam pengelolaan keuangan praktek maka ia akan meminta BPK untuk mengaudit penggunaan uang praktek di PNK dan meminta kejati NTT melakukan penyelidikan.
Foto Bid. Infokom HMJ Par: Ratusan mahasiswa Pariwisata PNK saat berdialog dengan ketua Jurusan Pariwisata PNK, Sari Bandaso Tandilino. SE. MM
Mahasiswa Lain, Yohanes Obaria menambahkan pelayanan administrasi yang lambat dan tidak adanya ruangan making bed serta Kurangnya daya listrik di ruangan pastry dan Adanya ruangan maupun alat yang mubazir karena kurangnya daya listrik dan ruangan yang sempit.
Terhadap persoalan tersebut pihaknya menuntut agar Jurusan Pariwisata PNK berkoordinasi dengan Lembaga perguruan tinggi PNK untuk melakukan pengadaan dan melakukan perbaikan fasilitas kampus yang kurang memadai.
"Kami secara tegas menolak dan mendesak Jurusan Pariwisata PNK memberhentikan segala jenis pungutan liar dengan modus atau dalil apapun serta menuntut transparansi dalam penggunaan uang praktek setiap tahun," katanya
Foto Bid. Infokom HMJ Par: Mahasiswa Pariwisata PNK, Yohanes Obaria saat berorasi di dalam Lobi Pariwisata PNK. Tampak hadir ketua Jurusan Pariwisata PNK, Sari Bandaso Tandilino.SE. MM
Wakil Ketua HMJ Pariwisata, Gwendrik Kay Mendesak Jurusan Pariwisata PNK mengembalikan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa (KPPNK) kepada HMJ Pariwisata sebagai perintis dan Direktur PNK mengevaluasi kinerja kerja ketua Jurusan Pariwisata PNK.
"KPPNK itu adalah kegiatan yang dirintis HMJ Pariwisata tahun lalu, kegiatan itu menarik sehingga Direktur PNK melihat ada dampak yang baik dari kegiatan itu maka ia mengapresiasi kegiatan kami dengan berjanji untuk membiayai kegiatan KPPNK 2 tahun ini namun nyatanya jurusan mau ambil alih kegiatan ini karena anggaran sudah ada dari lembaga 19,5 Juta. Ini namanya pencaplokan." Tandasnya.
Foto Bid. Infokom HMJ Par: Tampak Wakil Ketua HMJ Pariwisata, Gwendrik Kay (kiri) berada di barisan depan massa ketika aksi damai berlangsung.
Merespon aksi mahasiswa tersebut, Ketua Jurusan Pariwisata, Sari Bandaso Tandilino berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan lembaga PNK untuk pengadaan maupun perbaikan terhadap fasilitas kampus yang kurang memadai, Menghentikan segala pungutan liar di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan dalil/modus apapun.
Sari juga mengaku akan melakukan transparan dalam pengelolaan keuangan praktek dan mengembalikan kegiatan KPPNK kepada HMJ Pariwisata PNK dibuktikan dengan adanya tandatangan surat pernyataan tuntutan mahasiswa.
Dalam pernyataannya juga berjanji tidak akan mempersulit proses perkuliahan mahasiswa yang melakukan aksi damai lewat tekanan dari dosen siapapun dengan alasan apapun. Tetapi akan berupaya memberikan pelayanan yang transparan, jujur, adil dan lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan mahasiswa.
"Saya akan segera berkoordinasi dengan lembaga perguruan tinggi PNK untuk menyediakan fasilitas kampus yang memadai," tandasnya. (Sumber: Infokom HMJ Pariwisata PNK).
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pariwisata Politeknik Negeri K
upang (PNK) mengelar aksi damai terhadap pimpinan jurusan Pariwisata maupun Lembaga Politeknik Negeri Kupang atas dugaan pungutan liar yang dilakukan kepada mahasiswa.
Ketua Umum HMJ Pariwisata PNK, Kekson Salukh kepada media ini usai mengelar aksi damai, Jumat (28/6) mengatakan, HMJ Pariwisata PNK merupakan organisasi resmi mahasiswa di tingkat jurusan yang berfungsi sebagai wadah penampung dan penyalur aspirasi mahasiswa jurusan Pariwisata PNK.
Lanjutnya, HMJ Pariwisata memiliki hak menyampaikan pendapat, usul maupun saran kepada pimpinan jurusan atau ketua prodi studi sesuai amanat undang-undang dasar 1945 pasal 28 dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 tahun 1998 tentang kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat di muka umum secara kelompok atau individu dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Foto Bid. Infokom HMJ Par : Ketua HMJ Pariwisata PNK saat berorasi di depan Lobi Jurusan Pariwisata PNK.
"Sesuai landasan hukum tersebut maka HMJ Pariwisata PNK telah menerima dan menampung keluhan mahasiswa selama 6 bulan dan sesuai pantauan langsung di lapangan maka HMJ Pariwisata telah mendapatkan adanya persoalan yang dialami mahasiswa seperti kurang fasilitas kampus dan adanya pungli sehingga kami menggelar aksi hari ini," ungkapnya.
Menurut Kekson, HMJ Pariwisata menduga adanya pungutan liar di luar pungutan uang kuliah tunggal (UKT) dengan modus seperti belanja bahan praktek, praktek event mata kuliah MICE, Tablle manner, Beauty Class, Praktek CBT dan pungutan kompensasi yang sudah keluar dari Permenristekdikti Nomor 39 Tahun 2017 UKT BKT Di Lingkungan Kemenristekdikti dan Kepmen 91 KPT 2018 tentang BKT dan UKT TA. 2018.
"Anehnya, sesuai hasil audiens kami sebelumnya pihak jurusan mengatakan uang praktek kami setiap tahun itu 175 juta namun kenyataannya selama ini praktek kami yang kumpul uang sendiri tanpa bantuan sepersen pun dari jurusan dengan dalil lembaga tidak memberikan uang praktek. Pertanyaan kami uang praktek itu dikemanakan ?." Tegasnya.
Foto Bid. Infokom HMJ Par : Ratusan mahasiswa Pariwisata PNK mengikuti jalannya dialog antar HMJ Pariwisata dan Jurusan Pariwisata.
Masalah yang sudah ditampung HMJ Pariwisata selama ini, Kata Kekson, kurangnya fasilitas kampus yang memadai seperti ruang kelas yang tidak memiliki AC/kipas angin, colokan listrik yang rusak, lampu yang tidak berfungsi, pintu yang rusak, kurang laboratorium UPW, Kekurangan komputer, jaringan wifi yang tidak berfungsi dengan normal dan kamar mandi yang tidak layak pakai serta masi banyak lagi fasilitas yang kurang.
"Kami menduga terjadinya pungli karena adanya ketidak transparansi anggaran praktek di jurusan Pariwisata, kami minta Lembaga PNK harus bertanggungjawab. Karena, PNK menerapkan sistem pendidikan Vokasi maka sudah pasti dia harus menyiapkan bahan praktek dan sarana prasarana kampus yang memadai." Ungkapnya.
Foto Bid. Infokom HMJ Par : Ratusan mahasiswa saat berada di dalam aula Pariwisata PNK. Tampak ketua HMJ Pariwisata PNK sedang berorasi.
Kekson menambahkan, Jika pihak jurusan Pariwisata maupun lembaga Politeknik Negeri Kupang tidak transparan dalam pengelolaan keuangan praktek maka ia akan meminta BPK untuk mengaudit penggunaan uang praktek di PNK dan meminta kejati NTT melakukan penyelidikan.
Foto Bid. Infokom HMJ Par: Ratusan mahasiswa Pariwisata PNK saat berdialog dengan ketua Jurusan Pariwisata PNK, Sari Bandaso Tandilino. SE. MM
Mahasiswa Lain, Yohanes Obaria menambahkan pelayanan administrasi yang lambat dan tidak adanya ruangan making bed serta Kurangnya daya listrik di ruangan pastry dan Adanya ruangan maupun alat yang mubazir karena kurangnya daya listrik dan ruangan yang sempit.
Terhadap persoalan tersebut pihaknya menuntut agar Jurusan Pariwisata PNK berkoordinasi dengan Lembaga perguruan tinggi PNK untuk melakukan pengadaan dan melakukan perbaikan fasilitas kampus yang kurang memadai.
"Kami secara tegas menolak dan mendesak Jurusan Pariwisata PNK memberhentikan segala jenis pungutan liar dengan modus atau dalil apapun serta menuntut transparansi dalam penggunaan uang praktek setiap tahun," katanya
Foto Bid. Infokom HMJ Par: Mahasiswa Pariwisata PNK, Yohanes Obaria saat berorasi di dalam Lobi Pariwisata PNK. Tampak hadir ketua Jurusan Pariwisata PNK, Sari Bandaso Tandilino.SE. MM
Wakil Ketua HMJ Pariwisata, Gwendrik Kay Mendesak Jurusan Pariwisata PNK mengembalikan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa (KPPNK) kepada HMJ Pariwisata sebagai perintis dan Direktur PNK mengevaluasi kinerja kerja ketua Jurusan Pariwisata PNK.
"KPPNK itu adalah kegiatan yang dirintis HMJ Pariwisata tahun lalu, kegiatan itu menarik sehingga Direktur PNK melihat ada dampak yang baik dari kegiatan itu maka ia mengapresiasi kegiatan kami dengan berjanji untuk membiayai kegiatan KPPNK 2 tahun ini namun nyatanya jurusan mau ambil alih kegiatan ini karena anggaran sudah ada dari lembaga 19,5 Juta. Ini namanya pencaplokan." Tandasnya.
Foto Bid. Infokom HMJ Par: Tampak Wakil Ketua HMJ Pariwisata, Gwendrik Kay (kiri) berada di barisan depan massa ketika aksi damai berlangsung.
Merespon aksi mahasiswa tersebut, Ketua Jurusan Pariwisata, Sari Bandaso Tandilino berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan lembaga PNK untuk pengadaan maupun perbaikan terhadap fasilitas kampus yang kurang memadai, Menghentikan segala pungutan liar di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan dalil/modus apapun.
Sari juga mengaku akan melakukan transparan dalam pengelolaan keuangan praktek dan mengembalikan kegiatan KPPNK kepada HMJ Pariwisata PNK dibuktikan dengan adanya tandatangan surat pernyataan tuntutan mahasiswa.
Foto Bid. Infokom HMJ Par : Ketua HMJ Pariwisata PNK, Kekson Salukh saat menyerahkan surat pernyataan kepada ketua Jurusan Pariwisata PNK, Sari Bandaso Tandilino, SE. MM
"Saya akan segera berkoordinasi dengan lembaga perguruan tinggi PNK untuk menyediakan fasilitas kampus yang memadai," tandasnya. (Sumber: Infokom HMJ Pariwisata PNK).



Setuju,hidup mahasiswa
ReplyDeleteLanjutkan junior.
ReplyDelete